SMA Negeri 2 Bondowoso

Bondowoso, 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi SMAN 2 Bondowoso dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) jenjang SMA/MA tingkat Kabupaten Bondowoso Tahun 2025. Tiga siswa berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang sains dan siap melangkah menuju tingkat Provinsi Jawa Timur.

Alhamdulillah, kabar membanggakan kembali datang dari ajang SMA Awards 2025. Siswa-siswi SMAN 2 Bondowoso sukses menorehkan berbagai prestasi membanggakan dan mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi.
Pada ajang bergengsi tersebut, beberapa siswa berhasil meraih juara dalam kategori utama, yaitu:
Baca Selanjutnya: SMAN 2 Bondowoso raih juara 1 dan 2 pada AWARDING NIGHT SMA AWARDS 2025

Kepala SMAN 2 Bondowoso, Ibu Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd., menjadi salah satu peserta terpilih dalam program bergengsi RISING Fellowship di Singapura. Program ini merupakan inisiatif pemerintah Singapura yang diluncurkan oleh PM Lee Hsien Loong bersama mantan Presiden RI Joko Widodo untuk membangun kolaborasi strategis dengan provinsi-provinsi di Indonesia. Pada program tahun ini, turut serta pula Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, yang turut mengikuti kegiatan ini untuk memperkuatvisi pembangunan pendidikan di Jawa Timur.
Baca Selanjutnya: RISING Fellowship: Langkah Internasional SMADA dalam Transformasi Pendidikan

Jumat, 7 Februari 2026 — SMAN 2 Bondowoso (SMADA) menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertema “Guru Transformatif dan Pemanfaatan AI untuk Meningkatkan Perencanaan Pembelajaran” sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme pendidik di era digital. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan belajar siswa masa kini.
IHT ini menghadirkan narasumber Kepala Sekolah Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan penguatan peran guru sebagai agen perubahan dalam ekosistem pendidikan. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya transformasi mindset guru dari sekadar pelaksana kurikulum menjadi perancang pembelajaran yang reflektif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Guru diharapkan mampu merespons tantangan zaman dengan sikap terbuka terhadap perubahan dan pengembangan kompetensi berkelanjutan.
Selain itu, materi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam perencanaan pembelajaran disampaikan oleh Wahyu Agil Masduki, S.Pd. Sesi ini memberikan wawasan praktis tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu profesional guru—mulai dari analisis kebutuhan belajar siswa, penyusunan perangkat ajar, pengembangan asesmen, hingga perancangan aktivitas pembelajaran yang lebih kreatif dan efisien. Pemanfaatan AI diposisikan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Melalui kegiatan In House Training ini, SMADA menegaskan langkah progresifnya dalam membangun budaya belajar di kalangan pendidik, sekaligus memperkuat kesiapan sekolah menghadapi dinamika pendidikan abad ke-21. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam praktik pembelajaran di kelas, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pengalaman belajar siswa secara menyeluruh.
Baca Selanjutnya: IN HOUSE TRAINING: Guru Transformatif SMADA di Era AI

Artikel yang lain...
Halaman 2 dari 82
